Rhenald Kasali: Insurance Technology Segera Hadir

Rhenald Kasali: Insurance Technology Segera Hadir

27 March 2018
  Kategori : Berita

Rhenald Kasali: Insurance Technology Segera Hadir

Perkembangan financial technology (teknologi keuangan) diperkirakan diikuti insurance technology . Ini juga akan pengaruhi industri asuransi.

Hal ini seperti disampaikan Guru Besar Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia (FEUI), Rhenald Kasali. Rhenald menuturkan, saat ini dikembangkan riset terkait pencegahan dan pengobatan.

"Sekarang sedang dikembangkan riset-riset dan sudah mulai beredar ke depan namanya ada preventive medicine, semuanya pencegahan. Kemudian precision medicine, semuanya presisi. Jadi asuransi ke depan itu data, bukan pasien. Data hilang, celakalah kita manusia," tutur dia di acara Tax Gathering, Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat (15/3/2018).

Pendiri Rumah Perubahan ini juga menuturkan, kehadiran insurance technology ini dapat menatasi mahalnya premi asuransi. Apalagi premi asuransi tersebut dinikmati oleh para agen asuransi yang digunakan untuk piknik ke Hong Kong dan Jepang.

Melihat hal tersebut akan ada perubahan di industri asuransi dengan kehadiran insurance technology. Diperkirakan satu-dua tahun lagi hadir insurance technology di Indonesia.

"Jadi nanti akan ada perubahan besar teknologi. Setelah fintech itu insurance technology. Saya kira enggak lama, sekarang sudah mulai banyak insurance technolgy dijual di luar negeri, jadi dugaan saya setahun dua tahun ke depan akan ada insurance technology di Indonesia," ujar dia.

Rhenald menuturkan, insurance technology  akan bergerak berdasarkan big data yang mereka punya. Jadi mobilitas terpantau dan terintegrasi secara cepat dan juga seksama.

"Semua orang pakai big data. Seminggu yang lalu kaca mobil saya dipecahin maling, normalnya perusahaan asuransi untuk melakukan verifikasi butuh waktu 5 hari baru datang. Sekarang pakai drone langsung dicek, difoto langsung bisa dikasih tahu masalahnya dan langsung dibayar, masuk bengkel. Jadi begitu cepat insurance technology ini," jelas dia.

Melihat perkembangan itu, Ia mengimbau para perusahaan asuransi konvensional buat menguasai big data secara akurat sehingga mengikuti perkembangan zaman.

"Ya sarannya harus menguasai big data, harus bekerja sama dengan startup-startup insuretech. Insuretech itu sangat spesifik, proteksi data, jual data. Kalau saat ini di Indonesia saya belum lihat ya insurance technology, kalau fintech banyak,” jelas dia.


Sumber : http://www.liputan6.com

Terjemahkan ke Bahasa Inggris         Share :    

BERITA POPULER



TERBARU LAINNYA