Krisis GAS di Eropa Akibat Perang Rusia-Ukraina

Krisis GAS di Eropa Akibat Perang Rusia-Ukraina

28 March 2022
  Kategori : Berita

Krisis GAS di Eropa Akibat Perang Rusia-Ukraina

Perang Rusia vs Ukraina yang membuat benua Eropa kini kesulitan mendapatkan pasokan gas. Rusia telah melakukan serangan balasan kepada negara yang dianggapnya tidak bersahabat untuk melarang pembelian gas dari negaranya. Harapan Eropa kini bergantung pada wilayah Amerika Serikat.

Pertanyaannya bisakah negara yang dipimpin Joe Biden itu menyelamatkan Eropa dari krisis gas?

Melansir CNN, Senin (28/3/2022), jalur pelayaran Atlantik Utara meningkat di tahun ini, karena armada pengiriman gas alam AS menuju Eropa. Amerika Serikat akan bekerja dengan pemasok lain untuk mengirim tambahan 15 miliar meter kubik gas alam cair (LNG) ke Uni Eropa pada tahun 2022. 

Pakar energi mengatakan bahwa terminal ekspor LNG Amerika menjadi sangat panas tahun ini. "Peningkatan 15 miliar meter kubik dari level 2021 harus dapat dicapai, terutama jika kita terus melihat arus kuat yang telah kita lihat sejauh ini tahun ini," kata ahli strategi komoditas di Dutch bank ING.

Meski begitu, peningkatan 15 miliar meter kubik tidak akan menggantikan impor gas Eropa dari Rusia yang totalnya mencapai sekitar 155 miliar meter kubik pada tahun 2021. Tapi ini adalah permulaan.

"15 miliar meter kubik LNG adalah angka yang besar. Ini sama dengan sekitar seperenam dari permintaan gas tahunan Jerman," kata Alex Froley, analis LNG di Independent Commodity Intelligence Services.

Tapi perlu diingat lagi LNG tidak dikirim melalui pipa. Gas tersebut didinginkan menjadi cair dan dimuat ke kapal. Mengirim tambahan 15 miliar meter kubik ke Eropa berarti tambahan 150 muatan kapal melintasi Atlantik.

Sungguh luar biasa bahwa Amerika Serikat berada dalam posisi untuk membantu Eropa. Amerika Serikat hanya mengirimkan kargo LNG pertamanya dari 48 negara bagian yang lebih rendah pada tahun 2016, dan telah meningkat menjadi pengekspor utama dunia hanya dalam enam tahun karena revolusi shale gas mendorong produksi dalam negeri.

Amerika mengekspor lebih banyak LNG daripada produsen saingannya seperti Qatar dan Australia untuk pertama kalinya pada bulan Desember kemarin. AS akan menjadi eksportir terbesar di dunia hingga 2022 secara keseluruhan, menurut Badan Informasi Energi AS.

"AS memiliki pasokan gas yang melimpah, lingkungan politik dan peraturan yang secara luas menguntungkan, dan industri konstruksi yang berpengalaman dan mumpuni, menjadikannya salah satu lokasi paling menarik untuk mengembangkan kapasitas ekspor baru," kata Ed Crooks dari Woods Mackenzie awal tahun ini.

Uni Eropa sendiri mengimpor lebih dari 12 miliar meter kubik LNG dari Amerika di kuartal pertama tahun ini. Angka itu naik dari 4 miliar meter kubik pada periode yang sama tahun 2021, menurut Froley.

Sumber : detik.com 

 

Terjemahkan ke Bahasa Inggris         Share :      

Beli Asuransi Online


Asuransi kesehatan, asuransi kendaraan, asuransi mobil, asuransi pendidikan, asuransi perjalanan, asuransi kredit

Pilih Jenis Asuransi
Nama
No. HP

BERITA POPULER



TERBARU LAINNYA